Go Green Taruparwa

“Go Green Taruparwa” Karya Liem Sian An (Sam Sianata)
“Go Green Taruparwa” adalah karya seni yang merefleksikan semangat pelestarian lingkungan dan harmoni dengan alam, menggabungkan elemen visual dan makna filosofis yang mendalam.
🖼️ Gambaran Umum & Konsep
- “Go Green Taruparwa” mengusung tema pelestarian lingkungan, mengajak penonton untuk menyadari pentingnya menjaga alam.
- Judul “Taruparwa” mengacu pada harmoni antara manusia dan alam, dengan “Go Green” sebagai seruan untuk bertindak.
🎨 Teknik & Estetika
- Palet Warna: Dominasi warna hijau, cokelat, dan biru untuk mencerminkan elemen alam seperti hutan, air, dan langit.
- Gaya Ekspresif: Menggunakan sapuan kuas dinamis untuk menggambarkan energi alam yang hidup.
- Komposisi Simbolis: Menampilkan elemen seperti pohon, daun, atau air untuk menyampaikan pesan lingkungan.
🧠 Makna Simbolis
- Alam: Melambangkan kehidupan, keberlanjutan, dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan.
- Harmoni: Menggambarkan keseimbangan antara manusia dan alam sebagai inti kebahagiaan sejati.
- Seruan Aksi: Mengajak penonton untuk berpartisipasi dalam gerakan pelestarian lingkungan.
💫 Filosofi & Tema
- Mendorong kesadaran akan dampak aktivitas manusia terhadap alam.
- Mengajak penonton untuk merenungkan hubungan mereka dengan lingkungan dan bagaimana menjaga keberlanjutan.
- Menghadirkan optimisme bahwa tindakan kecil dapat membawa perubahan besar.
🪞 Elemen Visual
- Logo “Go Green Taruparwa” sebagai simbol gerakan ini, menampilkan desain yang sederhana namun kuat:
-
💎 Kesimpulan
- “Go Green Taruparwa” adalah karya seni yang menggabungkan estetika dan pesan lingkungan.
- Melalui warna-warna alam dan simbolisme, karya ini menginspirasi tindakan nyata untuk pelestarian lingkungan.
- Sebagai bagian dari visi Sam Sianata, karya ini mengajak penonton untuk hidup selaras dengan alam.
Tapak

“Tapak” Karya Liem Sian An (Sam Sianata)
“Tapak” adalah karya seni yang merefleksikan jejak kehidupan, mengajak penonton untuk merenungkan kontribusi dan warisan yang ditinggalkan dalam perjalanan hidup.
🖼️ Identitas & Konteks Karya
- Judul: Tapak
- Seniman: Liem Sian An (Sam Sianata)
- Ukuran: 55 cm × 70 cm
- Media: Media campuran (lukisan dengan elemen simbolik)
- Pameran: Gallery MeneerSam, Kuta, Bali (bersama 6 karya lainnya)
🧠 Makna & Filosofi
- Menggambarkan “tapak” sebagai simbol jejak kehidupan yang bermakna—kontribusi, nilai, dan dampak positif.
- Mengajak refleksi tentang warisan yang ditinggalkan: “Jejak seperti apa yang kita tinggalkan?”
- Berfokus pada eksistensialisme: hidup bukan hanya perjalanan, tetapi tentang makna yang tertinggal.
“Tapak adalah simbol dari perjalanan hidup yang tidak sia-sia—jejak yang tetap tinggal meski raga telah tiada.”
🎨 Pendekatan Estetik & Multidisipliner
- Gaya: Ekspresif simbolik dengan warna dan bentuk abstrak yang kaya makna.
- Dual Karya Seni: Menggabungkan lukisan dengan lagu, puisi, dan maskot karakter “Tapak”.
- Elemen Tambahan: Lagu tema memperdalam narasi, sementara maskot dan puisi memperkuat resonansi emosional.
💫 Kajian Visual
Aspek | Penjelasan |
---|---|
Dimensi Fisik | 55 cm × 70 cm |
Tema Sentral | Jejak kehidupan, kontribusi, dan warisan nilai |
Filosofi | Tapak = simbol hidup yang berguna dan dikenang |
Gaya | Ekspresif simbolik dengan warna dan bentuk abstrak |
Karya Tambahan | Lagu, maskot karakter, puisi |
Fungsi Seni | Membangkitkan kesadaran eksistensial dan spiritual |
🖼️ Galeri Tambahan





💎 Pendekatan Apresiasi
- Amati elemen visual seperti warna dan bentuk untuk memahami simbolisme jejak.
- Renungkan makna pribadi: jejak apa yang ingin Anda tinggalkan dalam hidup?
- Dengarkan lagu tema dan baca puisi karya Sam Sianata untuk pengalaman holistik.
- Diskusikan dengan orang lain: bagaimana karya ini menginspirasi Anda untuk berkontribusi?
Sang Raja Cinta

“Sang Raja Cinta” Karya Liem Sian An (Sam Sianata)
Lukisan “Sang Raja Cinta” adalah karya seni yang menggabungkan simbolisme, spiritualitas, dan ekspresionisme untuk menyampaikan kekuatan cinta sebagai esensi kepemimpinan.
🖼️ Gambaran Umum & Konsep
- Judul “Sang Raja Cinta” menggabungkan “Raja” (kekuasaan) dan “Cinta” (kasih universal), melambangkan kepemimpinan yang berlandaskan kelembutan.
- Menggambarkan cinta sebagai kekuatan universal yang melampaui batas budaya, usia, atau wilayah.
🎨 Teknik & Estetika
- Gaya: Kombinasi simbolis, spiritual, dan ekspresionis.
- Warna: Dominasi warna hangat (kuning, merah darah, cokelat, keemasan) dengan aksen putih suci, mencerminkan kekuatan suci dan cinta agape.
- Komposisi: Figur sentral (raja) dengan aura cinta, dikelilingi elemen kosmik atau rakyat, menandakan hubungan antara ilahi dan duniawi.
🧠 Makna Simbolis
- Mahkota Berbentuk Hati: Melambangkan kekuasaan yang lembut namun tegas.
- Warna-warni: Mencerminkan penerimaan keberagaman dan sifat universal cinta.
- Cahaya di Atas Kepala: Simbol pencerahan spiritual dan wahyu.
- Latar Rakyat atau Alam: Menekankan cinta yang inklusif dan merakyat.
💫 Dimensi Spiritual & Sosial
- Mengacu pada figur spiritual seperti Yesus sebagai Raja Kasih, Buddha Cinta, atau pemimpin rahmatan lil ‘alamin dalam Islam.
- Merepresentasikan visi pemimpin ideal yang memimpin dengan welas asih, bukan kekerasan.
- Menyoroti sisi gelap ego cinta, seperti penguasaan atau pengkhianatan, yang dapat berakibat fatal.
🪞 Pendekatan Dual Seni
- Bagian dari pendekatan “dual karya seni” Sam Sianata, memadukan lukisan dengan musik tema untuk pengalaman visual-auditorial yang kaya.
- Menghasilkan mahakarya multi-disiplin yang eksotis dan kontemplatif.
💎 Kesimpulan
- “Sang Raja Cinta” adalah manifesto visual tentang pentingnya cinta dalam kepemimpinan.
- Mengajak penonton untuk merenungkan makna kepemimpinan sejati dalam konteks pribadi, sosial, dan spiritual.
- Melalui pendekatan seni yang kaya, karya ini menginspirasi perubahan sosial berbasis kasih dan humanisme.
My Smile My Happiness

“Rupatawa (My Smile, My Happiness)” Karya Liem Sian An (Sam Sianata)
Lukisan “Rupatawa” adalah karya seni yang kaya akan simbolisme, menggambarkan keberagaman dan kedalaman jiwa manusia melalui pendekatan ekspresionis dan surealis.
🖼️ Gambaran Umum & Konsep
- Judul “Rupatawa” (Senyumku, Kebahagiaanku) mengacu pada rupa (penampilan) dan tawa (ekspresi jiwa, kegembiraan, atau spiritualitas).
- Karya ini mencerminkan kemanusiaan yang multidimensi, menampilkan warna-warna kaya dan simbol-simbol yang mengundang kontemplasi.
🎨 Teknik & Estetika
- Gaya Ekspresionis: Bentuk-bentuk terdistorsi yang penuh emosi.
- Unsur Surealis: Latar belakang tidak realistis, mencerminkan realitas batin seperti mimpi.
- Warna Kontras: Palet dinamis yang merefleksikan kekayaan emosi dan konflik batin manusia.
🧠 Makna Simbolis
- Wajah Beragam: Melambangkan keberagaman budaya, perasaan, dan nilai-nilai kehidupan.
- Latar Tidak Realistis: Menekankan jiwa manusia di atas penampilan fisik.
- Senyum dan Tawa: Ekspresi kegembiraan dan kebahagiaan sebagai cerminan identitas spiritual.
💫 Pesan & Refleksi
- Mengajak penonton untuk merenungkan identitas sejati di balik “rupa” mereka.
- Mempertanyakan bagaimana manusia menyembunyikan luka, tawa, atau harapan di balik penampilan.
- Mendorong kehidupan penuh canda tawa dan rasa syukur dalam segala situasi.
🪞 Nilai Seni & Budaya
- Mengangkat tema kemanusiaan universal dalam seni kontemporer Indonesia.
- Visual tidak normatif yang membebaskan interpretasi penonton.
- Mengundang kontemplasi mendalam, melampaui sekadar estetika.
💎 Kesimpulan
- “Rupatawa” adalah cermin jiwa manusia, menggabungkan pendekatan psikologis, filosofis, dan spiritual.
- Karya ini merupakan mahakarya multi-disiplin yang mengajak penonton untuk menemukan kebahagiaan melalui refleksi diri.
- Sebuah ajakan untuk hidup dengan senyuman dan rasa syukur dalam keberagaman pengalaman manusia.
Gelombang Berkat

“Gelombang Berkat” Karya Liem Sian An (Sam Sianata)
Lukisan “Gelombang Berkat” karya Sam Sianata merupakan karya seni yang kaya akan makna simbolik, filosofis, artistik, dan spiritual. Berikut adalah analisis mendalam:
🖼️ Gambaran Umum & Konsep
- Judul “Gelombang Berkat” merujuk pada dua elemen: Gelombang (dinamika, perubahan, kekuatan alam) dan Berkat (anugerah atau rahmat ilahi).
- Karya ini menggambarkan bahwa berkat ilahi dapat hadir dalam bentuk gelombang—kadang mengguncang, namun membawa pencerahan dan penyucian.
🎨 Teknik & Estetika
- Warna Ekspresif: Menggunakan palet merah, kuning, biru, emas, dan hijau alam untuk mencerminkan dimensi spiritual dan emosional.
- Komposisi Dinamis: Menampilkan arus atau ombak berlapis, mungkin diselingi cahaya putih sebagai simbol keikhlasan dan pencerahan.
- Sapuan Kuas Kuat: Menggambarkan kekuatan berkat yang “menggulung” seperti badai, menyampaikan harapan besar.
🧠 Makna Filosofis & Simbolik
- Gelombang: Melambangkan ujian, tantangan, atau transformasi dalam perjalanan hidup manusia, serupa dengan lautan yang kadang tenang, kadang bergolak.
- Berkat: Menandakan kemurnian hati dan pencerahan yang muncul setelah menghadapi gelombang kehidupan.
- Karya ini mengajak penonton untuk melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk menerima berkat spiritual.
💫 Dimensi Spiritual
- Menggambarkan kehadiran ilahi dalam setiap gejolak hidup.
- Mendorong penonton untuk mensyukuri berkat dalam bentuk apa pun, bahkan ketika datang melalui perubahan atau ujian.
- Menyerukan ketabahan dan penyerahan diri untuk menghadapi “badai” hidup, di mana kekuatan sejati terbentuk.
🪞 Refleksi untuk Penonton
- Sebagai cermin bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit atau perubahan besar.
- Mengajak untuk memahami bahwa berkat tidak selalu datang dalam bentuk yang diharapkan.
- Mendorong ketenangan batin di tengah gelombang kehidupan.
💎 Kesimpulan
- “Gelombang Berkat” adalah meditasi artistik tentang ujian hidup dan rahmat ilahi.
- Melalui warna ekspresif, komposisi dinamis, dan simbolisme gelombang, karya ini mengajak penonton untuk menemukan harapan dan kekuatan di tengah tantangan.
- Sebuah seruan untuk melihat benih berkat dalam setiap gelombang kehidupan.
Freedom Shirotol Mustaqim

“Freedom Shirotol Mustaqim” Karya Liem Sian An (Sam Sianata)
🎨 Gambaran Umum & Konsep
- Lukisan berjudul Freedom Shirotol Mustaqim (Jalan Lurus Kebebasan) merupakan mahakarya acrylic di atas kanvas berukuran 60 × 80 cm, dengan harga karya yang mencapai Rp 7 miliar.
- Menurut sang seniman, karya ini melambangkan penderitaan manusia akibat belenggu dosa, divisualkan melalui comosition bulatan-bulatan abstrak.
🩸 Simbol Penebusan & Jalan Lurus
- Lukisan ini juga menyiratkan kisah penebusan: darah anak domba sebagai juru damai manusia dengan Pencipta, digambarkan lewat tetesan darah dalam karya tersebut.
- Makna kata “Shirotol Mustaqim” sendiri berarti jalan yang lurus—secara spiritual dimaknai sebagai jembatan di atas Tuhan menuju surga, bebas dari belenggu dosa.
🧠 Perspektif Teologis & Filosofis
- Sebagaimana dibahas dalam al-Fatihah, “Ihdinas Shirotol Mustaqim” berarti memohon agar ‘ditunjukkan jalan lurus’, yakni jalan spiritual menuju kedekatan dengan Allah sesuai kapasitas tiap individu.
- Dalam konteks karya, “Freedom” bukan hanya kebebasan estetik, tapi kebebasan dari dosa melalui penebusan—sejalan dengan konsep “jembatan Mustaqim” yang manusia asuh ke surga.
🧩 Teknik & Estetika
- Gaya abstrak dalam karya ini menonjolkan bentuk bulatan sebagai simbol ‘kesatuan manusia dalam dosa’, dengan dinamika warna dan goresan yang ekspresif, memberikan nuansa emosional dan simbolik yang kuat.
- Sam Sianata juga menggabungkan unsur musik dalam presentasi karyanya, menjadikannya holistik—melampaui media visual ke ranah rasa dan pengalaman spiritual.
💎 Kesimpulan
“Freedom Shirotol Mustaqim” adalah karya yang sarat makna:
- Menggambarkan kondisi dosa manusia sebagai beban (bulatan abstrak).
- Menyajikan darah penebusan (tetesan darah anak domba) sebagai jalan kembali fitrah.
- Menyisipkan tema jalan lurus (Mustaqim) sebagai metafora spiritual.
- Tekstur dan comosition estetiknya mendukung pesan mendalam tersebut.
Bunga Sedap Malam

“Bunga Sedap Malam” Karya Liem Sian An (Sam Sianata)
Lukisan “Bunga Sedap Malam” adalah karya seni yang kaya akan simbolisme dan nuansa mistis, menggambarkan perjalanan hidup melalui keindahan yang rapuh namun mendalam.
🖼️ Latar & Dimensi
- Dilukis pada tahun 2017 dengan ukuran 80 × 90 cm.
- Menggambarkan perenungan tentang perjalanan kehidupan yang penuh suka-duka: manis, getir, dan penuh tantangan.
🎨 Nuansa Mistis & Palet Warna
- Dominasi warna biru menciptakan atmosfer malam yang dingin dan mistis.
- Perpaduan unsur gelap dengan kontras ringan menghasilkan kesan misterius dan reflektif.
🧠 Simbolisme
- Judul “Bunga Sedap Malam” merujuk pada bunga yang mekar di malam hari, melambangkan keindahan tersembunyi, keterbatasan waktu, dan keabadian yang rapuh.
- Menggambarkan fase kehidupan yang singkat namun intens, seperti bunga yang bercahaya di kegelapan.
💫 Filosofi & Tema Psikologis
- Mewakili perjalanan hidup penuh tantangan, di mana keindahan muncul di tengah kegelapan.
- Mengajak penonton untuk merenungkan makna kesunyian, harapan, dan pesona dalam kehidupan.
🪞 Gaya Artistik
- Proyek dual seni: lukisan disertai lagu tema ciptaan Sam Sianata, menciptakan pengalaman visual-auditorial yang holistik.
- Gaya ekspresif-abstrak dengan permainan warna dan bentuk, bukan representasi literal.
💎 Penerimaan & Kesimpulan
- Diapresiasi dalam pameran di Denpasar (Gallery MeneerSam, April–Mei 2025) bersama enam karya lainnya.
- Febiyanto, pecinta seni, menyebutnya sebagai “karya unik” yang mencerminkan visi hidup Sam Sianata.
- Berikut adalah ringkasan aspek karya:
Aspek | Penjelasan |
---|---|
Tema | Kehidupan, kegelapan & cahaya, refleksi eksistensial |
Warna | Biru dominan, nuansa malam & mistis |
Gaya | Ekspresif, simbolis, dual seni (lukisan + lagu) |
Makna | Potret perjalanan emosional & spiritual manusia |
Pengalaman | Visual + audio menyatu membentuk pengalaman mendalam |
📌 Pendekatan untuk Apresiasi
- Amati kontras warna, tekstur, dan elemen simbolik seperti bentuk bunga.
- Renungkan filosofi “mekar di gelap”—keindahan saat diuji.
- Dengarkan lagu tema ciptaan Sam Sianata untuk pengalaman holistik.
- Diskusikan persepsi pribadi: apakah lukisan membangkitkan kesunyian, harapan, atau kekaguman?