Kegiatan (Foto)




GO GREEN TARUPARWA adalah GERAKAN LINTAS AGAMA
MENANAM POHON
YANG DIKEMAS DALAM BENTUK PROSESI BUDAYA, SARAT MAKNA.
TEMA : Tepung Banyu Sedulur, Nandur Wiji Karahayon (mempertemukan air persaudaraan,menanam benih kesejahteraan).
Bersih diri sebelum masuk ke area.
Peserta datang disambut dengan deretan kesenian Gejog Lesung ,disepanjang perjalanan masuk (sepanjang 15 m) menuju Padasan (symbol pembersihan diri) peserta diwajibkan untuk membersihkan diri dengan cara mencuci tangan dengan air yang disediakan di dalam kendi. Jumlah padasan( Kendi) disediakan 7 buah merupakan symbol pitulungan,pitutur












PROSESI PENANAMAN Pukul 09.30-11.00
Dalang (pengatur acara) mengantarkan masuk kepada acara inti penanaman pohon. Acara masuk diselingi dengan Pari Uli (sebuah kesenian Jawa Kuno).
Peserta datang secara berarakan (detail diatur kemudian!) menuju lembah manah, dibarengi dengan arak-arakan yang diawali oleh rombongan kesenian Dayakan (dari lereng merapi), Penari Bondan, barisan pembawa Kendi dari 7 mata air ([tirta pitu] , Sri Sultan Hamengku Buwono X,KAPOLDA, beserta Tokoh- Tokoh Agama.
Pada saat bersamaan, ditengah-tengah perjalanan menuju area tanam pohon, Betara Kala datang memakai getek (rakit bamboo) dari Telaga Tembayat untuk mengganggu acara menanam benih kesejahteraan (taruparwa) Namun Sri Sultan Hamengkubuwono X yang bergelar Senopati Ing a Laga (Panglima Perang) memanah Betara Kala dengan panah api sampai terbakar habis dari pulau Siput. (api diambil dari api abadi Mrapen -Jawa Tengah).













Setelah sampai di area penanaman, 7 kendi dari berbagai sumber mata air dipersatukan sebagai symbol persatuan dan ikatan kebersamaan/persaudaraan. Dilanjutkan dengan pembacaan doa, selesai doa penari menarikan Tari Bondan. dan dilanjutkan dengan penanaman 7 pohon yaitu : Kepel [lambang persatuan], Sawo Kecik [lambang Kebajikan], Beringin [lambang asal-usul], Gayam, Keben, Asam dan Tanjung
Acara dilanjutkan dengan Penyiraman tanaman dan pelepasan ikan.



Selesainya agenda prosesi penanaman, peserta dipersilahkan kembali ke tempat duduk. Acara berlanjut Pesta Seusai Penanaman. diawali dan diantarkan dengan paduan suara (Koor) Lagu Go Green Hijaukan Tanahmu Karya Calvin Christian Yulianto oleh Paduan Suara TNI-POLRI dan Mahasiswa STIE YKPN.
Agenda dilanjut dengan sepatah dua patah kata dari Panitia, Yayasan, dan Gubernur DIY diselingi dengan kesenian Dayakan (Grasakan) dan Reog (simbolisasi prajurit kaum ksatria kembali ke medan perang).
Acara ditutup dengan Deklarasi Go Green tokoh agama,Pencanangan Banyumili sebagai Monumen Hayati dan Daerah Wisata Hayati oleh Gubernur DIY,dilanjutkan dengan ramah tamah (santap siang).









Berawal dari sebuah gagasan yang dicetuskan oleh seorang anak muda berusia 19 tahun,Calvin Christian Yulianto yang memiliki semangat dan dedikasi terhadap kelestarian bumi maka dibuatlah gerakan tanam pohon di Daerah Istimewa Yogyakarta yang kemudian gerakan ini dinamai “GERAKAN LINTAS AGAMA MENANAM POHON”
GERAKAN LINTAS AGAMA MENANAM POHON ini dijadikan judul karena kegiatan ini dilakukan oleh para tokoh agama,Pemerintah dan masyarakat yang sejalan dan sepaham untuk melestarikan bumi dengan cara “menyuarakan” pentingnya umat manusia menanam pohon dengan menggelorakan semangat menanam pohon yang dipelopori oleh para tokoh agama,sebagai tokoh panutan masyarakat. Gerakan ini bukan hanya sekedar menanam pohon namun sekaligus “menanam hati” bagi kedamaian dan kerukunan umat beragama sehingga diharapkan menjadi menjadi “dapur pacu” dan suri teladan bagi masyarakat Indonesia untuk menanam pohon sekaligus menanamkan kedamaian dan kerukunan didalam hati sanubari.
Atas dukungan dari Bapak Z.Siput.Lokasari dan Ibu Veronica Lindayati pemilik Banyumili Country Club yang telah merelakan tanah komersilnya untuk sebuah monument hayati yang bernuansa kedamaian dan kerukunan umat beragama dalam rangka mengukuhkan Yogya sebagai city of tolerance, dibarengi dengan dukungan dari Bapak Jimmy Oentoro,Bapak GBPH Prabukusumo,Bapak GBPH Joyokusumo,dan Bapak Let.Kol.Agus Tri.Suyanto, Bapak Wimmie Handiwidjoyo MIT, Bapak Agus E Suprianto,Bapak Simon Nugroho,Bapak Agus Handoko,Bapak Soesilo,Bapak Harry Purnomo,dan Bapak Sam Sianata selanjutnya dibuatlah sebuah Yayasan yang dinamai YAYASAN GO GREEN CALVIN dan dibentuklah sebuah kepanitiaan untuk melaksanakan kegiatan GERAKAN LINTAS AGAMA TANAM POHON ini yang diketuai oleh Bapak Agus Handoko.
YAYASAN GO GREEN CALVIN dan PANITIA GERAKAN LINTAS AGAMA MENANAM POHON terus mensosialisasikan tujuan gerakan ini sehingga dukungan semakin membesar dan mengalir,datang dari berbagai pihak diantaranya : Bapak Gubernur KDH Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X,Bapak Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam lX ,Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY Bapak Ir.Dawam,Kepala Badan Lingkungan Hidup Bapak Drajat,Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bapak Nanang dan Bapak Totok Bapak Harry Setiawan,Bapak Albert Riyanto .
Disamping dukungan dari Pihak Pemerintah,dukungan juga mengalir dari Pihak Pelaku usaha sebagai sponsor diantaranya Bapak Rachmad (Pembangunan Perumahan),Bapak Edi Susanto,Bapak Jimmy Susanto,Bapak Sugiyanto,Bapak Handono (PANIN BANK),Bapak Sugiharto (MAD FLASH),dan Bapak Gideon Hartono.
Dukungan juga mengalir dari berbagai kelompok komunitas diantaranya Bapak LILIK dan Bapak Ajikusumo. Untuk mengobarkan semangat gerakan ini,Calvin Christian Yulianto yang juga pencipta lagu GO GREEN HIJAUKAN TANAHMU, bersama Ayahanda Sam Sianata mengijinkan lagu tersebut untuk digunakan kepada YAYASAN GO GREEN CALVIN.
Lagu Go Green Hijaukan tanahmu karya Sam Sianata bersama Calvin Christian Yulianto pernah ditampilkan pada acara pencanangan penanaman 1 milyar pohon oleh Presiden RI Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono di Sentul Jawa Barat,dan berbagai acara diantaranya : International Youth Conference,danPenanaman Pohon di berbagai tempat.
GERAKAN ini akan dilakukan secara simultan dan berkesinambungan di berbagai daerah di tanah air. Melalui GERAKAN LINTAS AGAMA MENANAM POHON INI diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi masyarakat dengan menyatukan satu tekad untuk melestarikan bumi UNTUK ANAK CUCU KITA,MARILAH BERKARYA..!!!!
